Materi 7: Penyusunan Rubrik Penilaian Kreativitas (berpikir kreatif) dalam Kimia


A.   Pengertian Kreatifitas (Berpikir Kreatif)
Menurut Verlinder dalam Redhana (2015) menyatakan bahwa berpikir kreatif adalah keterampilan berpikir yang berkaitan dengan produksi ide-ide baru, cara-cara baru, solusi-solusi baru, metode-metode baru, dan prosedur-prosedur baru. Berpikir kreatif ini berkaitan dengan pengembangan otak kanan, sedangkan berpikir kritis berkaitan dengan otak kanan. Pentingnya pengembangan berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kreatif telah menjadi tujuan pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari tuntutan dalam kurikulum 2013. Menurut Isaksen dan Treffinger dalam Fitriarosah (2016) menyatakan bahwa berpikir kreatif sebagai proses konstruksi ide yang menekankan pada aspek kelancaran, keluwesan, orisinal, dan elaborasi. Berpikir kreatif adalah berpikir yang mengarah pada perolehan wawasan baru, pendekatan baru, cara baru dalam memahami sesuatu. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau cara baru dalam menghasilkan suatu produk. Menurut Johnson dan Williams dalam Luthfiyah (2015) mengemukakan bahwa berpikir kreatif diartikan sebagai suatu kegiatan mental yang digunakan seorang untuk membangun ide atau gagasan yang baru secara fasih (fluency) dan fleksibel. Berpikir kreatif yang sifatnya orisinil dan relektif. Hasil dari berpikir ini adalah sesuatu yang kompleks. Kegiatan yang dilakukan di antara menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya. Berpikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya memunculkan hasil akhir yang baru. Berpikir kritis dan kreatif disebut juga berpikir tingkat tinggi yang harus dikembangkan seorang pustakawan dalam penulisan karya ilmiah.
Revisi taksonomi Bloom menurut Anderson & Krathwohl dalam Utami (2013) mengklasifikasi ranah kognitif ke dalam enam tingkatan berpikir, yaitu: (1) mengingat, (2) memahami, (3) menerapkan, (4) menganalisis, (5) mengevaluasi, dan (6) mencipta. Berpikir kreatif pada dasarnya terkait dengan pemecahan sebuah masalah, karena dengan pemecahan masalah dapat meningkatkan kemampuannya untuk berpikir kreatif. Menurut Munandar (2013) mengemukakan bahwa berpikir kreatif adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah kuantitas, ketepatangunaan dan keragaman jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah makin kreatiflah seseorang, tentunya dengan memperhatikan mutu atau kualitas dari jawaban tersebut. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan dan kemampuan memberikan penilaian terhadap suatu objek atau situasi.
Menurut Susanto (2013) berpikir kreatif merupakan sebuah proses yang melibatkan unsur-unsur orisinalitas, kelancaran, fleksibilitas, dan elaborasi. Menurut Munandar (2009), berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Berpikir kreatif merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif dan adanya ciri-ciri seperti mampu mengarahkan diri pada objek tertentu, mampu memperinci suatu gagasan, mampu menganalisis ide-ide dan kualitas karya pribadi, mampu menciptakan suatu gagasan baru dalam pemecahan masalah.
Berdasarkan beberapa pendapat tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif adalah penggunaan kemampuan kognitif untuk menciptakan ide-ide baru maupun mengembangkan gagasan-gagasan baru yang orisinil sesuai dengan pandangan pemikir. Berpikir kreatif berarti gagasan-gagasan baru, alternatif baru, solusi baru, dan penemuan baru. Penekanan pada kemampuan berpikir kreatif ini adalah kebaruan atau keaslian. Berpikir kreatif sama dengan berpikir konstruktif, artinya memunculkan atau membuat sesuatu.
B.   Aspek Berpikir Kreatif
Menurut Filsaime dalam Luthfiyah (2015) mengemukakan bahwa aspek berpikir kreatif adalah proses berpikir yang memiliki aspek berpikir kreatif seperti:
1.    Berpikir kelancaran adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak mungkin secara luas.
2.    Berpikir keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau gagasan yang beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
3.    Berpikir originalitas adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik atau tidak biasanya, misalnya yang berbeda dari yang ada di buku atau berbeda dari pendapat orang lain.
4.    Berpikir elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih bernilai.

C.   Indikator Berpikir Kreatif
Menurut Luthfiyah (2015) menyatakan berpikir kreatif sebagai proses berpikir yang memilik ciri-ciri yaitu; kelancaran, keluwesan, orisinal dan elaborasi. Kelancaran adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak mungkin secara jelas. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau gagasan yang beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang. Orisinal adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik dan tidak biasanya. Elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktorfaktor yang mempengaruhi dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih benilai. Menurut Munandar (2012) berpendapat bahwa penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif, seperti berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinil dan berpikir terperinci.
No.
Indikator Berpikir Kreatif
Perilaku Peserta Didik
1.
Berpikir lancar
- mencetuskan banyak gagasan, penyelesaian masalah atau pertanyaan
- selalu memikirkan lebih dari satu jawaban
a)    Mengajukan banyak pertanyaan
b)    Menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan
c)     Mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah
d)    Lancar dalam menggunakan gagasan-gagasannya
e)    Bekerja lebih cepat dalam melakukan lebih banyak daripada peserta didik lain
f)      Dengan cepat melihat kesalahan dan kelemahan dari suatu objek atau situasi
2.
Berpikir luwes
- menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi
- dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda
- mencari banyak alternatif atau arah berbeda-beda
- mampu mengubah cara pendekatan atau pemikiran

a)    Memberikan aneka ragam penggunaan yang tak lazim terhadap suatu objek
b)    Memberikan macam-macam penafsiran terhadap suatu gambar, cerita atau masalah
c)     Menerapkan suatu konsep atau asas dengan berbeda-beda
d)    Memberikan pertimbangan atau mendiskusikan sesuatu selalu memilik posisi yang berbeda atau bertentangan dengan mayoritass kelompo
e)    Jika diberi masalah biasanya memikirkan macam-macam cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikannya
f)      Menggolongkan hal-hal yang menurut pembagian atau kategori yang berbedabeda
g)    Mampu mengubah arah berpikir secara spontan
3.
Berpikir orisinal
- mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik
- memikirkan cara-cara yang tak lazim untuk mengungkapkan dari
- mampu membuat kommbinasi-kombinasi yang tak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur

a)    Memikirkan masalah-masalah atau halhal yang tidak pernah terpikirkan orang lain
b)    Mempertanyakan cara-cara lama dan berusaha memikirkan cara-cara baru
c)     Memilih a-simetri dalam gambar atau desain
d)    Setelah mendengar atau membaca gagasan, bekerja unntuk mendapatkan penyelesaian yang baru
4.
Berpikir elaborasi
- mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk
- menambah atau memerinci secara detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik
a)    Mampu mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan.
b)    Memperinci detail-detail
c)     Memperluas suatu objek atau gagasan secara detail sehingga lebih menarik.

D. Karakteristik Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif
Menurut Siswono (2011) kemampuan berpikir kreatif seseorang memiliki tingkatan. Tingkatan yang dimaksud sesuai karya yang dihasilkan. Oleh sebab itu digunakan Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) peserta didik.
Tingkat Kemampuan
Karakteristik
Tingkat 4 (sangat kreatif)
Peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi dan dapat mengembangkan cara lain untuk menyelesikannya. Salah satu solusi memenuhi aspek original. Beberapa masalah yang dibangun memenuhi aspek original, luwes, dan lancar.
Tingkat 3 (kreatif)
Peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi, tetapi tidak bisa mengembangkan cara lain untuk menyelesaikannya. Satu solusi memenuhi aspek original. Pada tingkat ini juga peserta didik dapat mengembangkan cara lain untuk memecahkan permasalahan (luwes), namun tidak memiliki cara yang berbeda dari yang lain (original).
Tingkat 2 (cukup kreatif)
Peserta didik dapat memecahkan permalahan dengan satu solusi yang sifatnya berbeda dari yang lain (original) namun tidak memenuhi aspek lancar dan luwes atau peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan dengan mengembangkan solusinya (luwes) namun bukan hal yang baru dan bukan pula jawaban lancar.
Tingkat 1 (kurang kreatif)
Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan dengan lebih dari satu solusi (lancar) tetapi tidak dapat mengembangkan solusinya dan tidak memenuhi aspek kebaruan.
Tingkat 0 (tidak kreatif)
Peserta didik tidak dapat menyelesaikan permasalah dengan lebih dari satu solusi dan tidak dapat mengembangkan cara lain untuk menyelesaikannya. Serta peserta didik juga tidak bisa menimbulkan solusi baru.

E. Pedoman Penilaian Soal Berpikir Kreatif
Menurut La Moma (2015) dalam penelitiannya pedoman penskoran berpikir kreatif disusun dalam bentuk tes esai, berdasarkan kriteria berpikir kreatif dilakukan penskoran terhadap jawaban peserta didik untuk setiap butir. Adapun kriteria penskorannya yaitu:
Aspek
Skor
Kriteria
Kelancaran
4
Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
3
Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
2
Memberikan satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
1
Memberikan satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
0
Tidak ada jawaban
Keluwesan
4
Memberikan lebih dari satu jawaban yang beragam/berbeda disertai dengan alasan yang lengkap
3
Memberikan lebih dari satu jawaban yang beragam/berbeda, tetapi alasannya kurang tepat
2
Memberikan satu jawaban, tetapi alasannya tidak tepat
1
Memberikan satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
0
Tidak ada jawaban
Orisinal
4
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara lengkap dan tepat
3
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi kurang lengkap dan tepat
2
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang dimaksud dan tidak tepat
1
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
0
Tidak ada jawaban
Elaborasi
4
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci dan benar
3
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci, tetapi belum lengkap
2
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi kurang terinci
1
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi tidak terinci
0
Tidak ada jawaban

F. Contoh Penilaian berpikir kreatif (kreatifitas) dalam pembelajaran kimia
        Materi kimia yang dapat dijadikan contoh dalam pembuatan penilaian berpikir kreatif yaitu sistem koloid karena secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari kita sering jumpai peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa partikel-partikel koloid berada disekitar kita misalnya, adanya berkas sinar matahari di antara celah daun pepohonan di pagi hari, langit terlihat biru, mengapa jika memanaskan susu tanpa diaduk akan terjadi terkoagulasi, mengapa pada saat merendam pakaian dengan deterjen airnya menjadi keruh dan terdapat endapan. Hal tersebut dapat terjadi karena koloid memiliki sifat-sifat efek tyndall, muatan koloid, koloid liofil dan liofib. Sifat-sifat koloid tersebut sangat berguna bagi manusia dan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang. Oleh karena itu, untuk dapat memunculkan kreatifitasnya dalam proses pembelajaran, maka penilaian tes tertulis yang dibuat pendidik diharapkan mampu mengarahkan peserta didik untuk memunculkan kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik diketahui dengan memberikan penilaian yang telah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan indikator yang terdapat pada klasifikasi kemampuan berpikir kreatif seperti halnya berpikir lancar merupakan kemampuan menghasilkan banyak ide, berpikir luwes merupakan kemampuan menghasilkan ideide yang bervariasi, berpikir orisinal merupakan kemampuan menghasilkan ide baru atau ide yang sebelumnya tidak ada dan berpikir terperinci merupakan kemampuan mengembangkan atau menambahkan ide-ide sehingga dihasilkan ide yang rinci atau detail. Adapun kisi-kisi  dan rubrik dari instrumen penilaian berpikir kreatif pada materi sistem koloid sebagai berikut:

Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Berpikir Kreatif Pada Materi Sistem Koloid
No
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian
Level Kognitif
Indikator Berpikir Kreatif
Indikator Soal

Soal
1
3.15 Menganalasis peran koloid dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan sifat-sifatnya.
4.15 Mengajukan ide/gagasan untuk memodifikasi pembuata koloid berdasarkan pengalaman membuat beberapa jenis koloid.
Dapat membedakan agar-agar dan air tepung berdasarkan contoh koloid jenis sol
C2

Berpikir lancar
Soal melatih peserta didik untuk membedakan agar-agar dan air tepung berdasarkan contoh koloid jenis sol
Agar-agar dan air tepung merupakan contoh koloid jenis sol. Jelaskan perbedaan kedua contoh tersebut serta kelompokkan ke dalam jenis solnya?
2
Dapat menentukan senyawa apakah yang dapat digunakan pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+
C2

Berpikir lancar
Soal memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan idenya sendiri dalam menentukan senyawa apakah yang dapat digunakan pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+
Senyawa apakah yang digunakan pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+? Dan Uraikan bagaimana proses penjernihan air bersih?
3
Dapat mencetuskan alasan yang berbeda terkait Mengapa sabun cuci piring termasuk pengemulsi
C4

Berpikir orisinal
Soal melatih peserta didik untuk dapat mencetuskan alasan yang berbeda terkait mengapa sabun cuci piring termasuk pengemulsi
Jelaskan mengapa sabun cuci piring yang digunakan untuk membersihkan noda lemak atau minyak pada piring termasuk pengemulsi?
4
Dapat membuktikan cara kerja sabun atau detergen dalam membersihkan kotoran pada kain

C5

Berpikir orisinal

Soal memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mencetuskan alasan yang berbeda terkait cara kerja detergen dalam membersihkan kotoran pada kain
Setelah berolahraga, badan kita terasa lengket dan tidak nyaman. Tetapi setelah kita mandi menggunakan sabun akan merasa segar. Hal yang sama terjadi pada kotoran lemak atau minyak yang menempel pada baju, tidak cukup menggunakan air tetapi perlu menggunakan deterjen dapat membersihkannya. Mengapa harus menggunakan deterjen?
5
Dapat memerinci ilustrasi percobaan serta menyimpulkan pendapat tentang proses pembuatan selai dan susu kedelai denganbaik dan tepat

C6

Berpikir elaborasi

Soal memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan idenya sendiri dalam memerinci ilustrasi percobaan serta meyimpulkan pendapat tentang proses pembuatan selai dan susu kedelai dengan baik dan tepat

Perhatikan percobaan di bawah ini :
a. Intan ingin membuat selai roti dirumah. Sebelumnya ia membeli 2 buah nanas masak dipasar. Kemudian dikupas dan dicuci bersih. Intan menghaluskan nanas menggunakan blender, selanjutnya mencampurkan gula dan dipanaskan sampai membentuk selai.
b. Tika melakukan percobaan pembuatan susu kedelai dirumah. Sebelumnya kedelai direndam di dalam air. Kemudian dihaluskan dan disaring hingga menjadi susu kedelai. Selanjutnya susu kedelai tersebut dipanaskan dan ditambahkan cuka 25 %. Setelah ditambahkan cuka, susu kedelai menggumpal sampai membentuk tahu.
Buatlah kesimpulan dari kedua percobaan di atas?


Rubrik Penilaian Instrumen Berpikir Kreatif Pada Materi Sistem Koloid
Indikator
Berpikir
Kreatif
N o

Soal
Jawaban
Skor
Berpikir lancar

1
Agar-agar dan air tepung merupakan contoh koloid jenis sol. Jelaskan perbedaan kedua contoh tersebut serta kelompokkan ke dalam jenis solnya ?

Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
Sol merupakan koloid yang fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya zat cair. Yang mana sol dibedakan menjadi sol liofil dan sol liofob. Jelly merupakan sol merupakan sol liofil sedangkan air tepung merupakan sol liofob. Perbedaan ini berdasarkan daya tarik-menarik antara partikel fase terdispersi dengan medium pendispersinya.
·         Sol liofil merupakan sol yang fase terdispersinya mempunyai kemampuan menarik medium pendispersi, sehingga koloid bersifat kaku, contohnya gelatin dalam air dan putih telur dalam air, sedangkan
·         Sol liofob adalah sol yang fase terdispersinya tidak menarik medium pendispersi, contohnya AS2S3 dalam air, garam sulfida dalam air, dan beleran dalam air.
Perbedaan antara sol liofil dan sol liofob yaitu :
·         Sol Liofil: Stabil, Kurang menampakkan gerak Brown, Efek Tyndall lemah, Sukar diendapkan dengan penambahan elektrolit, Kebanyakan dapat dibuat gel, Partikel terdispersi dapat menyerap molekul, Penyusunnya senyawa organik. Contohnya : protein, lem, agaragar
·         Sol Liofob: Kurang stabil, Gerak Brown sangat jelas, Efek Tyndall kuat, Mudah diendapkan dengan penambahan elektrolit, Hanya beberapa yang dapat dibuat gel, Partikel terdispersi menyerap ion, Penyusunnya senyawa anorganik, Contohya : AS2O3, larutan tanah
Jika medium pendispersi koloid ini adalah air, maka istilah yang digunakan adalah koloid hidrofil dan koloid hidrofob
4
Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
3
Memberikan satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
2
Memberikan satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
1
Tidak ada jawaban
0
Berpikir lancar
2
Senyawa apakah yang digunakan pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+ ? Dan Uraikan bagaimana proses penjernihan air bersih ?

Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
1.     Senyawa yang digunakan pada penjernihan air yaitu tawas (Al2(SO4)3), karbon aktif, klorin atau kaporit, kapur tohor danpasir.
2.     Proses penjernihan air bersih yaitu :
a.     Air sungai dipompakan ke dalam bak prasedimentasi. Dalam bak prasedimentasi ini lumpur dibiarkan mengendap karena pengaruh gravitasi. Lumpur yang mengendap dibuang dengan pompa.
b.     Kemudian air yang masih mengandung partikel – partikel lumpur yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat mengendap karena pengaruh gravitasi dialirkan ke dalam bak ventury. Pada tahap ini air dicampur dengan Al2(SO4)3. 18 H2O (tawas). Ion Al3+ yang terdapat pada tawas akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ + 3 H2O → Al(OH)3 + 3H+
Al(OH)3 yang terbentuk akan mengabsorpsi menggumpalkan dan mengendapkan kotoran. Ion Al3+ akan menghilangkan muatan – muatan negatif dari partikel koloid seperti tanah liat/lumpur, sehingga lumpur yang berukuran kecil menjadi flok– flok yang berukuran besar (koagulasi). Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama dengan tawas karena pengaruh gravitasi. Selain berfungsi supaya lumpur lebih mudah mengendap koagulasi juga bertujuan untuk memudahkan lumpur untuk disaring. Selain itu, tawas yang membentuk koloid Al(OH)3 juga dapat mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencermar seperti detergen dan pestisida.
c.     Selanjutnya ditambah gas klorin (preklorinasi) yang berfungsi sebagai pembasmi hama (desinfektan) dan karbon aktif (bila tingkat kekeruhan air baku tinggi). Karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa, dan zat organik yang terkandung dalam air baku.
d.     Air yang setengah bersih kemudian dialirkan ke dalam bak saringan pasir. Dari bak pasir diperoleh air yang hampir bersih, karena sisa flok akan tertahan oleh saringan pasir.
e.     Air dalam bak pasir dialirkan ke dalam siphon. Di dalam siphon air yang hampir bersih ditambahkan kapur untuk menaikkan pH dan gas klorin (post klorinasi) untuk mematikan hama.
f.      Air yang sudah memenuhi standar bersih dari bak siphon dialirkan ke reservoar.
g.     Air siap dikonsumsi konsumen
4
Memberikan lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
3
Memberikan satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
2
Memberikan satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
1
Tidak ada jawaban
0
Berpikir orisinal
3
Jelaskan mengapa sabun cuci piring yang digunakan untuk membersihkan noda lemak atau minyak pada piring termasuk pengemulsi ?

Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara lengkap dan tepat
1.     Karena untuk sabun pencuci piring itu terdapat proses pengemulsi yang mana zat ini berguna untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air.
2.     Karena sabun pencuci piring bersifat emulsifier, yang merupakan senyawa organik yang memiliki dua gugus, baik yang polar maupun nonpolar sehingga kedua zat tersebut dapat bercampur. Gugus nonpolar emulsifier akan mengikat minyak (partikel minyak dikelilingi) sedangkan air akan terikat kuat oleh gugus polar pengemulsi tersebut. Bagian polar kemudian akan terionisasi menjadi bermuatan negatif, hal ini menyebabkan minyak juga menjadi bermuatan negatif. Partikel minyak kemudian akan tolak-menolak sehingga dua zat yang pada awalnya tidak dapat larut tersebut kemudian menjadi stabil.
4
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi kurang lengkap dan tepat
3
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang dimaksud dan tidak tepat
2
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
1
Tidak ada jawaban
0
Berpikir orisinal

4
Setelah berolahraga, badan kita terasa lengket dan tidak nyaman. Tetapi setelah kita mandi menggunakan sabun akan merasa segar. Hal yang sama terjadi pada kotoran lemak atau minyak yang menempel pada baju, tidak cukup menggunakan air tetapi perlu menggunakan deterjen dapat membersihkannya. Mengapa harus menggunakan deterjen?

Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara lengkap dan tepat
Karena sabun atau deterjen dapat berperan sebagai emulsifier. Yang mana kotoran yang menempel pada pakaian biasanya terdiri atas dua macam, yaitu yang dapat larut dalam air dan yang tidak dapat larut dalam air, seperti lemak dan minyak. Detergen mempunyai dua sifat koloid, yaitu sebagai koloid hidrofil (bagian senyawa detergen yang bersifat polar) dan sebagai koloid hidrofob (bagian senyawa detergen yang bersifat nonpolar). Sifat hidrofob dari detergen akan mengemulsi minyak dan lemak, sedangkan sifat hidrofil detergen akan berikatan dengan air melalui ikatan hydrogen. Akibatnya ada gaya tarik-menarik maka tegangan permukaan minyak atau lemak dengan pakaian jadi turun, sehingga lemak dan minyak akan tertarik oleh molekul-molekul air (larut dalam air).

4
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi kurang lengkap dan tepat
3
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang dimaksud dan tidak tepat
2
Memberikan jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
1
Tidak ada jawaban  
0
Berpikir elaborasi
5
Perhatikan percobaan di bawah ini :
a. Intan ingin membuat selai roti dirumah. Sebelumnya ia membeli 2 buah nanas masak dipasar. Kemudian dikupas dan dicuci bersih. Intan menghaluskan nanas menggunakan blender, selanjutnya mencampurkan gula dan dipanaskan sampai membentuk selai.
b. Tika melakukan percobaan pembuatan susu kedelai dirumah. Sebelumnya kedelai direndam di dalam air. Kemudian dihaluskan dan disaring hingga menjadi susu kedelai. Selanjutnya susu kedelai tersebut dipanaskan dan ditambahkan cuka 25 %. Setelah ditambahkan cuka, susu kedelai menggumpal sampai membentuk tahu.
Buatlah kesimpulan dari kedua percobaan di atas?
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci dan benar
Kesimpulannya yang didapatkan pada pembuatan selai nanas dan susu kedelai dilakukan dengan menggunakan cara dispersi (prinsip dispersi-mekanik) yaitu mereduksi zat-zat yang berukuran besar menjadi partikel berukuran koloid melalui penggilingan dan pengadukan.

4
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci, tetapi belum lengkap
3
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi kurang terinci
2
Menguraikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi tidak terinci
1
Tidak ada jawaban
0

Permasalahan
1.    Pada penilaian kemampuan  berpikir kreatif siswa   (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
2.    Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.



Komentar

  1. Pada penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
    .
    Menurut Munandar (2012), kreativitas merupakan suatu konstruk yang multidimensional, terdiri dari berbagai dimensi yaitu dimensi kognitif (berpikir kreatif), dimensi afektif (sikap dan kepribadian) dan dimensi psikomotor (keterampilan berpikir kreatif). Dari hal tsb tersebut dapat dikatakan bahwa kreativitas merupakan hasil dari proses yang terjadi pada sistem kognitif individu yaitu berpikir kreatif, yang tampak pada sikap yang ditunjukkannya melalui tindakan (psikomotor) dan mencirikan kepribadian individu tersebut (afektif). Jadi jelaslah bahwa kemampuan berpikir kreatif (kognitif) dan keterampilan berpikir kreatif (afektif dan psikomotor) merupakan bagian dalam pengembangan kreativitas.

    Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
    .
    Menurut saya keseluruhan aspek berpikir kreatif merupakan hal yang saling mempengaruhi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Dari keempat aspek berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originalitiy, dan elaboration) akan sangat bagus apabila dimunculkan semuanya didalam rubrik soal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan fani, bahwa kemampuan kreativitas ini juga bisa dinilai pada aspek afektif dan psikomotorik. dan faktor yang teRpenting dari berpikir kreatif ini adalah originalitas hasil pemikiran siswa tsb

      Hapus
  2. Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.

    menurut saya semua nya mempengaruhi, sejalan dengan pendapat Munandar (2012:192) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. penilaian tersebut beruppa kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta mengelaborasi suatu gagasan.

    BalasHapus
  3. Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
    Saya sependapat dengan rifany diatas bahwa indikator berpikir kreatif ini semuanya penting karena saling berhubungan karena berpikir kreatif akan terjadi melalui proses.

    BalasHapus
  4. saya akan mencoba menjawab pertanyaan fira, Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.

    menurut saya yang paling mempengaruhi tidak ada kesemua indikator saling mempengaruhi meningkat potensi kreatif siswa dengan porsi masing-masing, kesemuanya ada maka disitulah nanti kita sbg guru bisa menyimpulkan bahwa itu meningkatkan atau menurunkan kemampuan kreatif siswa. agar kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat maka yang paling penting menurut saya yakni guru memilih model pembelajaran yang memungkinkan siswa mengeksplorasi bakat, minat yang dimilikinya, memberikan siswa kesempatan seluas-luasnya untuk berkarya, contohnya menggunakan model PjBL.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan rini bahwa semua indikator saling mempengaruhi dalam meningkat potensi kreatif siswa dengan porsi masing-masing, kesemua indikator memiliki pengaruh dan disitulah nanti kita sbg guru bisa menyimpulkan bahwa apakah indikator tersebut meningkatkan atau malah menurunkan kemampuan kreatif siswa. dan untuk meningkatkan kreatifitas siswa tidak terlepas dari ketepatan pemilihan model pembelajaran.

      Hapus
  5. saya akan menjawab pertanyaan fira :

    Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda

    Munandar (2012:192) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. penilaian tersebut berupa kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta mengelaborasi suatu gagasan.

    BalasHapus
  6. Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
    faktor pengalaman dan pengetahuan serta peka terhadap ilmu menjadi faktor utama yang mendukung anak untuk berpikir kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan jawaban tri haryati tentang indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa, yaitu faktor pengalaman dan pengetahuan serta peka terhadap ilmu menjadi faktor utama yang mendukung anak untuk berpikir kreatif. pengalaman yang baik mendukung siswa untuk membuat sesuatu hal yang baru. pengetahuan yang didapat dari pengalaman nya akan memunculkan hal hal baru.

      Hapus
  7. Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.

    Menurut Munandar (2013) mengemukakan bahwa berpikir kreatif adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah kuantitas, ketepatangunaan dan keragaman jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah makin kreatiflah seseorang, tentunya dengan memperhatikan mutu atau kualitas dari jawaban tersebut. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan dan kemampuan memberikan penilaian terhadap suatu objek atau situasi.

    BalasHapus
  8. Pada penilaian kreativitas itu ada 2 aspek yg dilihat yaitu aptitude dan non aptitude. Dimana untuk aptitude itu merupakan penilaian pada aspek kognitif yaitu kemampuan berpikir kreatif. Yang memiliki indikator berpikir lancar luwes orisinil dan elaborasi. Dan untuk non aptitute merupakan penilaian afektif. Seperti rasa ingin tahu siswa. Tanggung jawab siswa kerja sama siswa emosi siswa dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada penilaian kemampuan  berpikir kreatif siswa  (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
      Saya sependapat dengan saudari dian,
      Pada penilaian kreativitas itu ada 2 aspek yg dilihat yaitu aptitude dan non aptitude.

      Untuk aptitude itu merupakan penilaian pada aspek kognitif yaitu kemampuan berpikir kreatif. Yang memiliki indikator berpikir lancar, luwes, orisinil dan elaborasi. Dan untuk non aptitute merupakan penilaian afektif. Seperti rasa ingin tahu siswa, imajinatif, merasa tertantang dan sikap berani mengambil resiko.

      Hapus
  9. Pada penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.

    menurut saya tentu tidak, karena kemampuan berpikir kreatif proses berpikirnya menggunakan kemampuan kognitif, proses penyampaian pendapat melaui tindakan menggunakan kemampuan psikomotor dan hal yang kita ketahui bisa menilai sikap yang muncul adalah mengunakan kemampuan afektif

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 5: Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor

Materi 6: Menyusun Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia