Materi 7: Penyusunan Rubrik Penilaian Kreativitas (berpikir kreatif) dalam Kimia
A.
Pengertian
Kreatifitas (Berpikir Kreatif)
Menurut
Verlinder dalam Redhana (2015) menyatakan bahwa berpikir kreatif adalah
keterampilan berpikir yang berkaitan dengan produksi ide-ide baru, cara-cara baru,
solusi-solusi baru, metode-metode baru, dan prosedur-prosedur baru. Berpikir kreatif
ini berkaitan dengan pengembangan otak kanan, sedangkan berpikir kritis berkaitan
dengan otak kanan. Pentingnya pengembangan berpikir tingkat tinggi, khususnya
berpikir kreatif telah menjadi tujuan pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari tuntutan
dalam kurikulum 2013. Menurut Isaksen dan Treffinger dalam Fitriarosah (2016)
menyatakan bahwa berpikir kreatif sebagai proses konstruksi ide yang menekankan
pada aspek kelancaran, keluwesan, orisinal, dan elaborasi. Berpikir kreatif
adalah berpikir yang mengarah pada perolehan wawasan baru, pendekatan baru,
cara baru dalam memahami sesuatu. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan
untuk menghasilkan ide atau cara baru dalam menghasilkan suatu produk. Menurut
Johnson dan Williams dalam Luthfiyah (2015) mengemukakan bahwa berpikir kreatif
diartikan sebagai suatu kegiatan mental yang digunakan seorang untuk membangun ide
atau gagasan yang baru secara fasih (fluency) dan fleksibel. Berpikir kreatif
yang sifatnya orisinil dan relektif. Hasil dari berpikir ini adalah sesuatu yang
kompleks. Kegiatan yang dilakukan di antara menyatukan ide, menciptakan ide
baru, dan menentukan efektifitasnya. Berpikir kreatif meliputi juga kemampuan
menarik kesimpulan yang biasanya memunculkan hasil akhir yang baru. Berpikir
kritis dan kreatif disebut juga berpikir tingkat tinggi yang harus dikembangkan
seorang pustakawan dalam penulisan karya ilmiah.
Revisi
taksonomi Bloom menurut Anderson & Krathwohl dalam Utami (2013)
mengklasifikasi ranah kognitif ke dalam enam tingkatan berpikir, yaitu: (1) mengingat,
(2) memahami, (3) menerapkan, (4) menganalisis, (5) mengevaluasi, dan (6)
mencipta. Berpikir kreatif pada dasarnya terkait dengan pemecahan sebuah
masalah, karena dengan pemecahan masalah dapat meningkatkan kemampuannya untuk berpikir
kreatif. Menurut Munandar (2013) mengemukakan bahwa berpikir kreatif adalah
kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak
kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah kuantitas,
ketepatangunaan dan keragaman jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban yang
dapat diberikan terhadap suatu masalah makin kreatiflah seseorang, tentunya
dengan memperhatikan mutu atau kualitas dari jawaban tersebut. Berpikir kreatif
merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam
berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan dan kemampuan
memberikan penilaian terhadap suatu objek atau situasi.
Menurut
Susanto (2013) berpikir kreatif merupakan sebuah proses yang melibatkan
unsur-unsur orisinalitas, kelancaran, fleksibilitas, dan elaborasi. Menurut Munandar
(2009), berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat
diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Berpikir
kreatif merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi
dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan orisinalitas
dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik dapat diharapkan
timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif dan adanya ciri-ciri
seperti mampu mengarahkan diri pada objek tertentu, mampu memperinci suatu
gagasan, mampu menganalisis ide-ide dan kualitas karya pribadi, mampu menciptakan
suatu gagasan baru dalam pemecahan masalah.
Berdasarkan
beberapa pendapat tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif adalah
penggunaan kemampuan kognitif untuk menciptakan ide-ide baru maupun mengembangkan
gagasan-gagasan baru yang orisinil sesuai dengan pandangan pemikir. Berpikir
kreatif berarti gagasan-gagasan baru, alternatif baru, solusi baru, dan
penemuan baru. Penekanan pada kemampuan berpikir kreatif ini adalah kebaruan
atau keaslian. Berpikir kreatif sama dengan berpikir konstruktif, artinya
memunculkan atau membuat sesuatu.
B.
Aspek
Berpikir Kreatif
Menurut
Filsaime dalam Luthfiyah (2015) mengemukakan bahwa aspek berpikir kreatif adalah proses berpikir yang memiliki aspek
berpikir kreatif seperti:
1. Berpikir
kelancaran adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak
mungkin secara luas.
2. Berpikir
keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau gagasan yang
beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
3. Berpikir
originalitas adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik
atau tidak biasanya, misalnya yang berbeda dari yang ada di buku atau berbeda
dari pendapat orang lain.
4. Berpikir
elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih bernilai.
C.
Indikator
Berpikir Kreatif
Menurut
Luthfiyah (2015) menyatakan berpikir kreatif sebagai proses berpikir yang
memilik ciri-ciri yaitu; kelancaran, keluwesan, orisinal dan elaborasi. Kelancaran
adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak mungkin
secara jelas. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau
gagasan yang beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
Orisinal adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik dan
tidak biasanya. Elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktorfaktor yang
mempengaruhi dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih
benilai. Menurut Munandar (2012) berpendapat bahwa penilaian terhadap kemampuan
berpikir kreatif, seperti berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinil dan
berpikir terperinci.
No.
|
Indikator
Berpikir Kreatif
|
Perilaku
Peserta Didik
|
1.
|
Berpikir
lancar
-
mencetuskan banyak gagasan, penyelesaian masalah atau pertanyaan
-
selalu memikirkan lebih dari satu jawaban
|
a) Mengajukan
banyak pertanyaan
b) Menjawab
dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan
c) Mempunyai
banyak gagasan mengenai suatu masalah
d) Lancar
dalam menggunakan gagasan-gagasannya
e) Bekerja
lebih cepat dalam melakukan lebih banyak daripada peserta didik lain
f) Dengan
cepat melihat kesalahan dan kelemahan dari suatu objek atau situasi
|
2.
|
Berpikir
luwes
-
menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi
-
dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda
-
mencari banyak alternatif atau arah berbeda-beda
-
mampu mengubah cara pendekatan atau pemikiran
|
a) Memberikan
aneka ragam penggunaan yang tak lazim terhadap suatu objek
b) Memberikan
macam-macam penafsiran terhadap suatu gambar, cerita atau masalah
c) Menerapkan
suatu konsep atau asas dengan berbeda-beda
d) Memberikan
pertimbangan atau mendiskusikan sesuatu selalu memilik posisi yang berbeda
atau bertentangan dengan mayoritass kelompo
e) Jika
diberi masalah biasanya memikirkan macam-macam cara yang berbeda-beda untuk
menyelesaikannya
f) Menggolongkan
hal-hal yang menurut pembagian atau kategori yang berbedabeda
g) Mampu
mengubah arah berpikir secara spontan
|
3.
|
Berpikir
orisinal
-
mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik
-
memikirkan cara-cara yang tak lazim untuk mengungkapkan dari
-
mampu membuat kommbinasi-kombinasi yang tak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur
|
a) Memikirkan
masalah-masalah atau halhal yang tidak pernah terpikirkan orang lain
b) Mempertanyakan
cara-cara lama dan berusaha memikirkan cara-cara baru
c) Memilih
a-simetri dalam gambar atau desain
d) Setelah
mendengar atau membaca gagasan, bekerja unntuk mendapatkan penyelesaian yang
baru
|
4.
|
Berpikir
elaborasi
-
mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk
-
menambah atau memerinci secara detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga
menjadi lebih menarik
|
a) Mampu
mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan.
b) Memperinci
detail-detail
c) Memperluas
suatu objek atau gagasan secara detail sehingga lebih menarik.
|
D. Karakteristik
Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif
Menurut
Siswono (2011) kemampuan berpikir kreatif seseorang memiliki tingkatan.
Tingkatan yang dimaksud sesuai karya yang dihasilkan. Oleh sebab itu digunakan
Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) peserta didik.
Tingkat
Kemampuan
|
Karakteristik
|
Tingkat
4 (sangat kreatif)
|
Peserta
didik dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi dan dapat
mengembangkan cara lain untuk menyelesikannya. Salah satu solusi memenuhi
aspek original. Beberapa masalah yang dibangun memenuhi aspek original,
luwes, dan lancar.
|
Tingkat
3 (kreatif)
|
Peserta
didik dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi, tetapi tidak
bisa mengembangkan cara lain untuk menyelesaikannya. Satu solusi memenuhi
aspek original. Pada tingkat ini juga peserta didik dapat mengembangkan cara
lain untuk memecahkan permasalahan (luwes), namun tidak memiliki cara yang berbeda
dari yang lain (original).
|
Tingkat
2 (cukup kreatif)
|
Peserta
didik dapat memecahkan permalahan dengan satu solusi yang sifatnya berbeda
dari yang lain (original) namun tidak memenuhi aspek lancar dan luwes atau
peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan dengan mengembangkan solusinya
(luwes) namun bukan hal yang baru dan bukan pula jawaban lancar.
|
Tingkat
1 (kurang kreatif)
|
Peserta
didik dapat menyelesaikan permasalahan dengan lebih dari satu solusi (lancar)
tetapi tidak dapat mengembangkan solusinya dan tidak memenuhi aspek kebaruan.
|
Tingkat
0 (tidak kreatif)
|
Peserta
didik tidak dapat menyelesaikan permasalah dengan lebih dari satu solusi dan
tidak dapat mengembangkan cara lain untuk menyelesaikannya. Serta peserta
didik juga tidak bisa menimbulkan solusi baru.
|
E. Pedoman Penilaian Soal Berpikir Kreatif
Menurut
La Moma (2015) dalam penelitiannya pedoman penskoran berpikir kreatif disusun
dalam bentuk tes esai, berdasarkan kriteria berpikir kreatif dilakukan
penskoran terhadap jawaban peserta didik untuk setiap butir. Adapun kriteria
penskorannya yaitu:
Aspek
|
Skor
|
Kriteria
|
Kelancaran
|
4
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
|
3
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
|
|
2
|
Memberikan
satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
|
|
1
|
Memberikan
satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
|
|
0
|
Tidak
ada jawaban
|
|
Keluwesan
|
4
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang beragam/berbeda disertai dengan alasan yang
lengkap
|
3
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang beragam/berbeda, tetapi alasannya kurang tepat
|
|
2
|
Memberikan
satu jawaban, tetapi alasannya tidak tepat
|
|
1
|
Memberikan
satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
|
|
0
|
Tidak
ada jawaban
|
|
Orisinal
|
4
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara
lengkap dan tepat
|
3
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi
kurang lengkap dan tepat
|
|
2
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang
dimaksud dan tidak tepat
|
|
1
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
|
|
0
|
Tidak
ada jawaban
|
|
Elaborasi
|
4
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci dan benar
|
3
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci, tetapi belum
lengkap
|
|
2
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi kurang terinci
|
|
1
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi tidak terinci
|
|
0
|
Tidak
ada jawaban
|
F. Contoh Penilaian berpikir kreatif (kreatifitas) dalam pembelajaran
kimia
Materi kimia yang dapat
dijadikan contoh dalam pembuatan penilaian berpikir kreatif yaitu sistem koloid
karena secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari kita sering jumpai
peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa partikel-partikel koloid berada
disekitar kita misalnya, adanya berkas sinar matahari di antara celah daun
pepohonan di pagi hari, langit terlihat biru, mengapa jika memanaskan susu
tanpa diaduk akan terjadi terkoagulasi, mengapa pada saat merendam pakaian
dengan deterjen airnya menjadi keruh dan terdapat endapan. Hal tersebut dapat
terjadi karena koloid memiliki sifat-sifat efek tyndall, muatan koloid, koloid
liofil dan liofib. Sifat-sifat koloid tersebut sangat berguna bagi manusia dan
dapat dimanfaatkan di berbagai bidang. Oleh karena itu, untuk dapat memunculkan
kreatifitasnya dalam proses pembelajaran, maka penilaian tes tertulis yang
dibuat pendidik diharapkan mampu mengarahkan peserta didik untuk memunculkan
kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kreatif
peserta didik diketahui dengan memberikan penilaian yang telah dirancang
sedemikian rupa sesuai dengan indikator yang terdapat pada klasifikasi kemampuan
berpikir kreatif seperti halnya berpikir lancar merupakan kemampuan menghasilkan
banyak ide, berpikir luwes merupakan kemampuan menghasilkan ideide yang
bervariasi, berpikir orisinal merupakan kemampuan menghasilkan ide baru atau
ide yang sebelumnya tidak ada dan berpikir terperinci merupakan kemampuan mengembangkan
atau menambahkan ide-ide sehingga dihasilkan ide yang rinci atau detail. Adapun
kisi-kisi dan rubrik dari instrumen
penilaian berpikir kreatif pada materi sistem koloid sebagai berikut:
Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Berpikir Kreatif Pada Materi
Sistem Koloid
No
|
Kompetensi
Dasar
|
Indikator
Pencapaian
|
Level
Kognitif
|
Indikator
Berpikir Kreatif
|
Indikator
Soal
|
Soal
|
1
|
3.15 Menganalasis peran koloid dalam kehidupan
sehari-hari berdasarkan sifat-sifatnya.
4.15 Mengajukan ide/gagasan untuk memodifikasi
pembuata koloid berdasarkan pengalaman membuat beberapa jenis koloid.
|
Dapat membedakan agar-agar dan air tepung berdasarkan
contoh koloid jenis sol
|
C2
|
Berpikir lancar
|
Soal melatih peserta didik untuk membedakan agar-agar
dan air tepung berdasarkan contoh koloid jenis sol
|
Agar-agar dan air tepung merupakan contoh
koloid jenis sol. Jelaskan perbedaan kedua contoh tersebut serta kelompokkan ke
dalam jenis solnya?
|
2
|
Dapat menentukan senyawa apakah yang dapat digunakan
pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+
|
C2
|
Berpikir lancar
|
Soal memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk dapat mengembangkan idenya sendiri dalam menentukan senyawa apakah yang
dapat digunakan pada penjernihan air yang mengandung ion Fe2+
|
Senyawa apakah yang digunakan pada
penjernihan air yang mengandung ion Fe2+? Dan Uraikan bagaimana
proses penjernihan air bersih?
|
|
3
|
Dapat mencetuskan alasan yang berbeda terkait
Mengapa sabun cuci piring termasuk pengemulsi
|
C4
|
Berpikir orisinal
|
Soal melatih peserta didik untuk dapat mencetuskan
alasan yang berbeda terkait mengapa sabun cuci piring termasuk pengemulsi
|
Jelaskan mengapa sabun cuci piring yang digunakan
untuk membersihkan noda lemak atau minyak pada piring termasuk pengemulsi?
|
|
4
|
Dapat membuktikan cara kerja sabun atau
detergen dalam membersihkan kotoran pada kain
|
C5
|
Berpikir orisinal
|
Soal memberikan kesempatan kepada peserta didik
dalam mencetuskan alasan yang berbeda terkait cara kerja detergen dalam membersihkan
kotoran pada kain
|
Setelah berolahraga, badan kita terasa lengket
dan tidak nyaman. Tetapi setelah kita mandi menggunakan sabun akan merasa
segar. Hal yang sama terjadi pada kotoran lemak atau minyak yang menempel pada
baju, tidak cukup menggunakan air tetapi perlu menggunakan deterjen dapat membersihkannya.
Mengapa harus menggunakan deterjen?
|
|
5
|
Dapat
memerinci ilustrasi percobaan serta menyimpulkan pendapat tentang proses
pembuatan selai dan susu kedelai denganbaik dan tepat
|
C6
|
Berpikir
elaborasi
|
Soal
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan idenya sendiri
dalam memerinci ilustrasi percobaan serta meyimpulkan pendapat tentang proses
pembuatan selai dan susu kedelai dengan baik dan tepat
|
Perhatikan
percobaan di bawah ini :
a.
Intan ingin membuat selai roti dirumah. Sebelumnya ia membeli 2 buah nanas masak
dipasar. Kemudian dikupas dan dicuci bersih. Intan menghaluskan nanas menggunakan
blender, selanjutnya mencampurkan gula dan dipanaskan sampai membentuk selai.
b.
Tika melakukan percobaan pembuatan susu kedelai dirumah. Sebelumnya kedelai
direndam di dalam air. Kemudian dihaluskan dan disaring hingga menjadi susu kedelai.
Selanjutnya susu kedelai tersebut dipanaskan dan ditambahkan cuka 25 %.
Setelah ditambahkan cuka, susu kedelai menggumpal sampai membentuk tahu.
Buatlah
kesimpulan dari kedua percobaan di atas?
|
Rubrik Penilaian Instrumen Berpikir Kreatif Pada Materi
Sistem Koloid
Indikator
Berpikir
Kreatif
|
N o
|
Soal
|
Jawaban
|
Skor
|
Berpikir lancar
|
1
|
Agar-agar dan air tepung merupakan contoh
koloid jenis sol. Jelaskan perbedaan kedua contoh tersebut serta kelompokkan
ke dalam jenis solnya ?
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
Sol merupakan koloid yang fase terdispersinya
padat dan medium pendispersinya zat cair. Yang mana sol dibedakan menjadi sol
liofil dan sol liofob. Jelly merupakan sol merupakan sol liofil sedangkan air
tepung merupakan sol liofob. Perbedaan ini berdasarkan daya tarik-menarik
antara partikel fase terdispersi dengan medium pendispersinya.
·
Sol liofil merupakan sol yang fase
terdispersinya mempunyai kemampuan menarik medium pendispersi, sehingga
koloid bersifat kaku, contohnya gelatin dalam air dan putih telur dalam air, sedangkan
·
Sol liofob adalah sol yang fase
terdispersinya tidak menarik medium pendispersi, contohnya AS2S3 dalam air,
garam sulfida dalam air, dan beleran dalam air.
Perbedaan antara sol liofil dan sol liofob
yaitu :
·
Sol Liofil: Stabil, Kurang menampakkan
gerak Brown, Efek Tyndall lemah, Sukar diendapkan dengan penambahan
elektrolit, Kebanyakan dapat dibuat gel, Partikel terdispersi dapat menyerap
molekul, Penyusunnya senyawa organik. Contohnya : protein, lem, agaragar
·
Sol Liofob: Kurang stabil, Gerak Brown
sangat jelas, Efek Tyndall kuat, Mudah diendapkan dengan penambahan
elektrolit, Hanya beberapa yang dapat dibuat gel, Partikel terdispersi
menyerap ion, Penyusunnya senyawa anorganik, Contohya : AS2O3, larutan tanah
Jika medium pendispersi koloid ini adalah
air, maka istilah yang digunakan adalah koloid hidrofil dan koloid hidrofob
|
4
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
|
3
|
|||
Memberikan
satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
|
2
|
|||
Memberikan
satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
|
1
|
|||
Tidak
ada jawaban
|
0
|
|||
Berpikir lancar
|
2
|
Senyawa apakah yang digunakan pada
penjernihan air yang mengandung ion Fe2+ ? Dan Uraikan bagaimana proses
penjernihan air bersih ?
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar dan alasan yang lengkap
1. Senyawa
yang digunakan pada penjernihan air yaitu tawas (Al2(SO4)3),
karbon aktif, klorin atau kaporit, kapur tohor danpasir.
2. Proses
penjernihan air bersih yaitu :
a.
Air sungai dipompakan ke dalam bak
prasedimentasi. Dalam bak prasedimentasi ini lumpur dibiarkan mengendap
karena pengaruh gravitasi. Lumpur yang mengendap dibuang dengan pompa.
b.
Kemudian air yang masih mengandung
partikel – partikel lumpur yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat mengendap
karena pengaruh gravitasi dialirkan ke dalam bak ventury. Pada tahap ini air
dicampur dengan Al2(SO4)3. 18 H2O
(tawas). Ion Al3+ yang terdapat pada tawas akan terhidroslisis membentuk
partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+
+ 3 H2O → Al(OH)3 + 3H+
Al(OH)3
yang terbentuk akan mengabsorpsi menggumpalkan dan mengendapkan kotoran. Ion
Al3+ akan menghilangkan muatan – muatan negatif dari partikel koloid seperti
tanah liat/lumpur, sehingga lumpur yang berukuran kecil menjadi flok– flok
yang berukuran besar (koagulasi). Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama
dengan tawas karena pengaruh gravitasi. Selain berfungsi supaya lumpur lebih
mudah mengendap koagulasi juga bertujuan untuk memudahkan lumpur untuk
disaring. Selain itu, tawas yang membentuk koloid Al(OH)3 juga dapat
mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencermar seperti detergen dan
pestisida.
c.
Selanjutnya ditambah gas klorin
(preklorinasi) yang berfungsi sebagai pembasmi hama (desinfektan) dan karbon
aktif (bila tingkat kekeruhan air baku tinggi). Karbon aktif ini berfungsi untuk
menghilangkan bau, rasa, dan zat organik yang terkandung dalam air baku.
d.
Air yang setengah bersih kemudian
dialirkan ke dalam bak saringan pasir. Dari bak pasir diperoleh air yang
hampir bersih, karena sisa flok akan tertahan oleh saringan pasir.
e.
Air dalam bak pasir dialirkan ke dalam
siphon. Di dalam siphon air yang hampir bersih ditambahkan kapur untuk
menaikkan pH dan gas klorin (post klorinasi) untuk mematikan hama.
f.
Air yang sudah memenuhi standar bersih
dari bak siphon dialirkan ke reservoar.
g.
Air siap dikonsumsi konsumen
|
4
|
Memberikan
lebih dari satu jawaban yang benar, tetapi alasannya kurang tepat
|
3
|
|||
Memberikan
satu jawaban yang benar, tetapi alasannya tidak tepat
|
2
|
|||
Memberikan
satu jawaban, tetapi tidak memberikan alasan
|
1
|
|||
Tidak
ada jawaban
|
0
|
|||
Berpikir orisinal
|
3
|
Jelaskan mengapa sabun cuci piring yang
digunakan untuk membersihkan noda lemak atau minyak pada piring termasuk pengemulsi
?
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara
lengkap dan tepat
1. Karena
untuk sabun pencuci piring itu terdapat proses pengemulsi yang mana zat ini
berguna untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air.
2. Karena
sabun pencuci piring bersifat emulsifier, yang merupakan senyawa organik yang
memiliki dua gugus, baik yang polar maupun nonpolar sehingga kedua zat
tersebut dapat bercampur. Gugus nonpolar emulsifier akan mengikat minyak (partikel
minyak dikelilingi) sedangkan air akan terikat kuat oleh gugus polar pengemulsi
tersebut. Bagian polar kemudian akan terionisasi menjadi bermuatan negatif,
hal ini menyebabkan minyak juga menjadi bermuatan negatif. Partikel minyak kemudian
akan tolak-menolak sehingga dua zat yang pada awalnya tidak dapat larut
tersebut kemudian menjadi stabil.
|
4
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi
kurang lengkap dan tepat
|
3
|
|||
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang
dimaksud dan tidak tepat
|
2
|
|||
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
|
1
|
|||
Tidak
ada jawaban
|
0
|
|||
Berpikir orisinal
|
4
|
Setelah berolahraga, badan kita terasa
lengket dan tidak nyaman. Tetapi setelah kita mandi menggunakan sabun akan
merasa segar. Hal yang sama terjadi pada kotoran lemak atau minyak yang menempel
pada baju, tidak cukup menggunakan air tetapi perlu menggunakan deterjen dapat
membersihkannya. Mengapa harus menggunakan deterjen?
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud secara
lengkap dan tepat
Karena sabun atau deterjen dapat berperan
sebagai emulsifier. Yang mana
kotoran yang menempel pada pakaian biasanya terdiri atas dua macam, yaitu yang dapat larut dalam
air dan yang tidak dapat larut dalam
air, seperti lemak dan minyak. Detergen mempunyai dua sifat koloid, yaitu sebagai koloid
hidrofil (bagian senyawa detergen yang
bersifat polar) dan sebagai koloid hidrofob (bagian senyawa detergen yang bersifat nonpolar). Sifat
hidrofob dari detergen akan mengemulsi
minyak dan lemak, sedangkan sifat hidrofil detergen akan berikatan dengan air melalui ikatan hydrogen. Akibatnya ada gaya tarik-menarik maka tegangan
permukaan minyak atau lemak dengan
pakaian jadi turun, sehingga lemak dan minyak akan tertarik oleh molekul-molekul air (larut
dalam air).
|
4
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri sesuai dengan konsep yang dimaksud, tetapi
kurang lengkap dan tepat
|
3
|
|||
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan konsep yang
dimaksud dan tidak tepat
|
2
|
|||
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami
|
1
|
|||
Tidak
ada jawaban
|
0
|
|||
Berpikir elaborasi
|
5
|
Perhatikan percobaan di bawah ini :
a. Intan ingin membuat selai roti dirumah. Sebelumnya ia membeli
2 buah nanas masak dipasar. Kemudian dikupas dan dicuci bersih. Intan menghaluskan
nanas menggunakan blender, selanjutnya mencampurkan gula dan dipanaskan
sampai membentuk selai.
b. Tika melakukan percobaan pembuatan susu kedelai dirumah.
Sebelumnya kedelai direndam di dalam air. Kemudian dihaluskan dan disaring
hingga menjadi susu kedelai. Selanjutnya susu kedelai tersebut dipanaskan dan
ditambahkan cuka 25 %. Setelah ditambahkan cuka, susu kedelai menggumpal
sampai membentuk tahu.
Buatlah kesimpulan dari kedua percobaan di
atas?
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci dan benar
Kesimpulannya yang didapatkan pada pembuatan
selai nanas dan susu kedelai dilakukan dengan menggunakan cara dispersi
(prinsip dispersi-mekanik) yaitu mereduksi zat-zat yang berukuran besar menjadi
partikel berukuran koloid melalui penggilingan dan pengadukan.
|
4
|
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan dengan terinci, tetapi belum
lengkap
|
3
|
|||
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi kurang terinci
|
2
|
|||
Menguraikan
penyelesaian dari permasalahan yang diberikan, tetapi tidak terinci
|
1
|
|||
Tidak
ada jawaban
|
0
|
Permasalahan
1. Pada penilaian kemampuan
berpikir kreatif siswa
(kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja?
berikan alasan anda.
2. Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
Pada penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
BalasHapus.
Menurut Munandar (2012), kreativitas merupakan suatu konstruk yang multidimensional, terdiri dari berbagai dimensi yaitu dimensi kognitif (berpikir kreatif), dimensi afektif (sikap dan kepribadian) dan dimensi psikomotor (keterampilan berpikir kreatif). Dari hal tsb tersebut dapat dikatakan bahwa kreativitas merupakan hasil dari proses yang terjadi pada sistem kognitif individu yaitu berpikir kreatif, yang tampak pada sikap yang ditunjukkannya melalui tindakan (psikomotor) dan mencirikan kepribadian individu tersebut (afektif). Jadi jelaslah bahwa kemampuan berpikir kreatif (kognitif) dan keterampilan berpikir kreatif (afektif dan psikomotor) merupakan bagian dalam pengembangan kreativitas.
Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
.
Menurut saya keseluruhan aspek berpikir kreatif merupakan hal yang saling mempengaruhi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Dari keempat aspek berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originalitiy, dan elaboration) akan sangat bagus apabila dimunculkan semuanya didalam rubrik soal.
saya sependapat dengan fani, bahwa kemampuan kreativitas ini juga bisa dinilai pada aspek afektif dan psikomotorik. dan faktor yang teRpenting dari berpikir kreatif ini adalah originalitas hasil pemikiran siswa tsb
HapusMenurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
BalasHapusmenurut saya semua nya mempengaruhi, sejalan dengan pendapat Munandar (2012:192) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. penilaian tersebut beruppa kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta mengelaborasi suatu gagasan.
Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
BalasHapusSaya sependapat dengan rifany diatas bahwa indikator berpikir kreatif ini semuanya penting karena saling berhubungan karena berpikir kreatif akan terjadi melalui proses.
saya akan mencoba menjawab pertanyaan fira, Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
BalasHapusmenurut saya yang paling mempengaruhi tidak ada kesemua indikator saling mempengaruhi meningkat potensi kreatif siswa dengan porsi masing-masing, kesemuanya ada maka disitulah nanti kita sbg guru bisa menyimpulkan bahwa itu meningkatkan atau menurunkan kemampuan kreatif siswa. agar kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat maka yang paling penting menurut saya yakni guru memilih model pembelajaran yang memungkinkan siswa mengeksplorasi bakat, minat yang dimilikinya, memberikan siswa kesempatan seluas-luasnya untuk berkarya, contohnya menggunakan model PjBL.
sependapat dengan rini bahwa semua indikator saling mempengaruhi dalam meningkat potensi kreatif siswa dengan porsi masing-masing, kesemua indikator memiliki pengaruh dan disitulah nanti kita sbg guru bisa menyimpulkan bahwa apakah indikator tersebut meningkatkan atau malah menurunkan kemampuan kreatif siswa. dan untuk meningkatkan kreatifitas siswa tidak terlepas dari ketepatan pemilihan model pembelajaran.
Hapussaya akan menjawab pertanyaan fira :
BalasHapusMenurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda
Munandar (2012:192) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. penilaian tersebut berupa kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta mengelaborasi suatu gagasan.
Menurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
BalasHapusfaktor pengalaman dan pengetahuan serta peka terhadap ilmu menjadi faktor utama yang mendukung anak untuk berpikir kreatif.
sependapat dengan jawaban tri haryati tentang indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa, yaitu faktor pengalaman dan pengetahuan serta peka terhadap ilmu menjadi faktor utama yang mendukung anak untuk berpikir kreatif. pengalaman yang baik mendukung siswa untuk membuat sesuatu hal yang baru. pengetahuan yang didapat dari pengalaman nya akan memunculkan hal hal baru.
HapusMenurut anda dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.
BalasHapusMenurut Munandar (2013) mengemukakan bahwa berpikir kreatif adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah kuantitas, ketepatangunaan dan keragaman jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah makin kreatiflah seseorang, tentunya dengan memperhatikan mutu atau kualitas dari jawaban tersebut. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan dan kemampuan memberikan penilaian terhadap suatu objek atau situasi.
Pada penilaian kreativitas itu ada 2 aspek yg dilihat yaitu aptitude dan non aptitude. Dimana untuk aptitude itu merupakan penilaian pada aspek kognitif yaitu kemampuan berpikir kreatif. Yang memiliki indikator berpikir lancar luwes orisinil dan elaborasi. Dan untuk non aptitute merupakan penilaian afektif. Seperti rasa ingin tahu siswa. Tanggung jawab siswa kerja sama siswa emosi siswa dll.
BalasHapusPada penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
HapusSaya sependapat dengan saudari dian,
Pada penilaian kreativitas itu ada 2 aspek yg dilihat yaitu aptitude dan non aptitude.
Untuk aptitude itu merupakan penilaian pada aspek kognitif yaitu kemampuan berpikir kreatif. Yang memiliki indikator berpikir lancar, luwes, orisinil dan elaborasi. Dan untuk non aptitute merupakan penilaian afektif. Seperti rasa ingin tahu siswa, imajinatif, merasa tertantang dan sikap berani mengambil resiko.
Pada penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa (kreatifitas) apakah hanya dapat dilakukan pada aspek kognitif saja? berikan alasan anda.
BalasHapusmenurut saya tentu tidak, karena kemampuan berpikir kreatif proses berpikirnya menggunakan kemampuan kognitif, proses penyampaian pendapat melaui tindakan menggunakan kemampuan psikomotor dan hal yang kita ketahui bisa menilai sikap yang muncul adalah mengunakan kemampuan afektif