Materi 6: Menyusun Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia


Menurut Matuk (2015) kata argumen seringkali merujuk kepada proses interaksi. Istilah argumen pada kehidupan sehari-hari disebut dengan berdebat. Menurut Duschl dan Osborne, argumen adalah penjelasan tentang penalaran suatu solusi yang terkait dengan substansi dari klaim, data, bukti, dan dukungan yang memberi kontribusi dalam isi argumen, sedangkan argumentasi adalah terkait dengan proses untuk mendapatkan dan menyusun komponen-komponen tersebut. Argumentasi melatih siswa dalam menggunakan kemampuan berpikirnya.
Menurut Ade Cyntia, dkk (2016) argumentasi memainkan peran penting dalam mengembangkan pola berpikir kritis dan menambah pemahaman yang mendalam terhadap suatu gagasan maupun ide. Argumentasi penting dikembangkan dalam pembelajaran kimia karena mampu meningkatkan pemikiran untuk menguji pemahaman siswa. Menurut Ichsan, dkk (2016) argumentasi dipandang sebagai hal penting dalam proses belajar sains karena merupakan aktivitas inti yang sangat mendasar dimana para siswa dalam pembelajaran membutuhkan argumentasi untuk memperkuat pemahamannya. Proses pembelajaran kimia memfasilitasi siswa untuk belajar menemukan konsep dengan menerapkan metode ilmiah. Kemampuan argumentasi diperlukan dalam memperbaiki dan membangun kembali ide-ide ilmiah berdasarkan bukti untuk lebih memahami realita yang terjadi di alam. Selain itu kemampuan argumentasi juga diperlukan dalam memberikan pernyataan atau kesimpulan yang diperkuat dengan bukti dan data yang diperoleh dilapangan serta terdapat pembenaran terkait bukti yang digunakan untuk mendukung pernyataan (Hendarto, 2016).
Mc.Neill dan Krajcik (2006) argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran.. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti. Menurut Tan (2003) dalam Ade Cyntia, dkk (2016) dalam fase claim pernyataan berupa masalah muncul dari pemikiran setiap siswa. Dan pada fase ini siswa membuat daftar berupa pernyataan mengenai identifikasi masalah, rumusan masalah, serta analisis masalah. Pada fase kedua yaitu Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan menggunaan data sebagai bukti. Dalam fase ini siswa berdiskusi terkait daftar permasalahan dan mencari bukti yang mendukung pernyataan awal terkait masalah. Semua informasi yang masing-ma sing individu peroleh didiskusikan untuk menentukan informasi yang tepat digunakan sebagai data pendukung. Pada fase ketiga yaitu Reasoning sebagai pembenaran terkait pernyataan dan bukti yang digunakan.. Siswa dalam kelompok melaporkan dan menyajikan solusi hasil diskusi. Selama presentasi siswa memberi penjelasan terkait solusi permasalahan hasil diskusi.Kemampuan menjelaskan dan memberi pembenaran berdasarkan pernyataan yang didukung oleh data merupakan bagian dari kemampuan menciptakan argumen.
Matuk (2015) kemampuan argumentasi dapat terbentuk karna pada kegiatan pembelajaran melibatkan gambar dan video, melakukan penemuan atau adanya data relevan yang disediakan, menggunakan model pembelajaran kooperatif, memberi kesempatan memepersentasikan kemampuan argumentasi, sintaks model pembelajaran yang sesuai dan mendukung serta merangsang metakognitif siswa, bahwa salah satu syarat terbentuknya kemampuan argumentasi adalah terciptanya suasana belajar yang meransang siswa untuk melakukan aktivitas argumentasi, penggunaan model kooperatif learning yang mengandung sintaks mendukung susasana argumentatif, dan pemberian kesempatan kepada siswa untuk memeriksa kelengkapan argumentasinya. Menurut Siswanto, dkk (2014) gagasan penting dalam pembekalan keterampilan beragumentasi kepada siswa yaitu bahwa keterampilan beragumentasi berperan penting dalam membangun suatu eksplenasi, model dan teori dari suatu konsep yang dipelajarinya. Model pembelajaran pembangkit argumentasi dirancang untuk melatih keterampilan siswa yamg meliputi keterampilan dalam mengajukan klaim, data, pembenaran, dukungan dan sanggahan berdasarkan pada permasalahan yang diberikan.
Berdasarkan definisi tersebut tentang argumentasi, maka dapat disimpulkan bahwa argumentasi merupakan sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan, dengan didukung oleh fakta-fakta, sehingga mampu meyakinkan dan membuktikan bahwa pendapat tersebut benar atau tidak. Kriteria pertama dari argumen yaitu klaim merupakan sebuah opini atau pendapat yang dikemukakan oleh seseorang atau sebuah kesimpulan yang ingin diterima oleh orang lain. Kriteria kedua dari argumen adalah dukungan yang disediakan untuk klaim baik berupa bukti dan penalaran yang menghubungkan bukti dengan klaim. Bukti merupakan sesuatu yang dapat membuat audien menerima dan dapat digunakan untuk mendukung klaim yang tidak diterima. Kriteria ketiga dari argumen adalah berusaha untuk mempengaruhi seseorang yang berada dalam ketidaksetujuan. “Berusaha untuk mempengaruhi” adalah sangat penting menentukan sukses dan tidaknya pendapat seseorang.
Berikut ini contoh dari pengembangan instrumen penilaian terhadap kemampua argumentasi siswa: 

Rubrik penilaian kemampuan Argumentasi siswa
No
Aspek Kemampuan
Argumentasi
Indikator
Kriteria Penilaian
1
Evidence
(ade, dkk. 2016)
Menentukan pokok permasalahan
Skor 5 jika siswa mendiskusikan secara baik, jelas (pokok) sesuai rumusan masalah dan terselesaikan
Skor 4 jika siswa mendiskusikan secara baik, jelas (pokok) sesuai rumusan masalah tetapi tidak terselesaikan
Skor 3 jika siswa mendiskusikan kurang baik dan kurang jelas (pokok) sesuai rumusan masalah dan terselesaikan
Skor 2 jika siswa hanya sebagian mendiskusikan pokok permasalahan
Skor 1 jika siswa hanya menyalin pokok permasalan dari kelompok lain
Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok, menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data/pengamatan dan teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
Skor 5 jika siswa Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok dengan baik dan jelas, menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data / pengamatan dan teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
Skor 4 jika siswa Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok dengan baik dan jelas, menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data / pengamatan tanapa teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
Skor 3 jika siswa Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok kurang baik dan kurang jelas, menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data / pengamatan dan tanpa teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
Skor 2 jika siswa tidak Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok,hanya menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data / pengamatan tanpa teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
Skor 1 jika siswa hanya menyalin hasil kelompok lain untuk dipersentasikan
2
Reasoning (Ade, dkk. 2016)
Berdiskusi dengan anggota kelompok terhadap hasil pengumpulan data ilmiah
Skor 5 jika siswa perhatian terhadap pendapat teman dan menghargai pendapatnya
Skor 4 jika siswa perhatian terhadap pendapat teman terkadang berdebat
Skor 3 jika siswa perhatian terhadap pendapat teman dan hanya sesekali menanggapi
Skor 2 jika siswa perhatian terhadap pendapat teman tetapi kurang menanggapi
Skor 1 jika siswa acuh dan menganggap pendapat teman selalu salah
Analisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi dari data ilmiah dan teori pendukung
Skor 5 jika siswa menganalisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi dengan penjelasan jelas dan sesuai konsep disertai data ilmiah dan teori pendukung
Skor 4 jika siswa menganalisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi dari data ilmiah tanpa teori pendukung
Skor 3 jika siswa menganalisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi tapi tidak sesuai konsep disertai data ilmiah dan teori pendukung
Skor 2 jika siswa menganalisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi menyalin dari kelompok lain
Skor 1 jika siswa sembarang menganalisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi
3
Claim
(Ade, dkk. 2016)
Mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dan proposisi (peryataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah)
Skor 5 jika siswa Mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dengan tepat, lancar dan proposisi (peryataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah) yang sesuai konsep
Skor 4 jika siswa mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dengan tepat , lancer tanpa ada proposisi
Skor 3 jika siswa mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dan proposisi (peryataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah) terlihat ragu-ragu
Skor 2 jika siswa mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dan tetapi proposisi (peryataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah) tidak sesuai konsep
Skor 1 jika siswa tidak mempersentasikan dengan baik

Instrumen Penilaian Kemampuan Argumentasi

No
Aspek yang dinilai
Kriteria penialiaan
Nama siswa



1
Menentukan pokok permasalahan
5



4



3



2



1



2
Mempersentasikan hasil diskusi anggota kelompok, menyajikan laporan atau grafik dari hasil pengumpulan data / pengamatan dan teori pendukung untuk menjawab rumusan masalah
5



4



3



2



1



3
Berdiskusi dengan anggota kelompok terhadap hasil pengumpulan data ilmiah
5



4



3



2



1



4
Analisis yang memberi pembenaran dari keputusan yang dibuat kelompok diskusi dari data ilmiah dan teori pendukung
5



4



3



2



1



5
Mempersentasikan kesimpulan (keputusan) dan
proposisi (peryataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah)
5



4



3



2



1



Jumlah




Permaslahan:
1. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda  model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!

Komentar

  1. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!
    .
    Pada umumnya pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menitiberatkan kepada musyawarah. Karena disini siswa bekerja secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif siswa melakukan diskusi, lalu dari diskusi siswa akan mengeluarkan argument namun pada kemampuan argumentasi menurut Toulmin ada beberapa komponen yang harus diperhatikan yang menandakan argumentasi benar-benar berkualitas, diantaranya Claim, Data, Reasoning, Backing, Rebutal. Namun untuk kemampuan siswa SMA hanya sebatas komponen Claim, Data dan Reasoning saja.

    BalasHapus
  2. Namun apabila mana yang lebih efektif menurut saya kita harus melihat karakter siswa dahulu, apabila siswanya analitis, kritis dan kreatif maka bisa menggunakan Group Investigation dimana pembelajaran ini memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip pembelajaran demokrasi. Sehingga kemampuan argumentasi dapat terasah.

    BalasHapus
  3. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!
    menurut saya semua pembelajaran kooperatif itu efektif semua tergantung dari skenario yang dibuat dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. perhatikan juga hasil apa yang fira mau ketahui jika itu dalam tulisan atau laporan maka berikanlah soal atau lkpd, jika itu secara lisan maka mereka diminta untuk mempresentasikan hasil tersebut

    BalasHapus
  4. Semua proses pembelajaran sudah menuntut siswa belajar secara kooperatif. Walaupun model pembelajran tidak ada kooperatifnya namun secara tidak lmgsung kooperatif tetap berlangsung. Dan diisinilah siswa berperan aktif dalam berdiskusi mencari data dan berargumen. Jika di tanya yang mana paling efektif harus dilihat dulu karakteristik materi dengan model yg di gunakan apakah cocok dan apakah berhasil jika kita ingin melihat kemampuan argumentasi siswa tersebut.

    BalasHapus
  5. saya akan mencoba menjawab pertanyaan fira, yakni menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia?

    menurut saya model pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan dalam menilai dan meningkatkan kemampuan argumentasi siswa salah satunya yakni group investigation karena disini siswa dituntut untuk dapat memecahkan masalah berdasarkan hasil investigasi (pengumpulan data/fakta) namun juga memungkinkan siswa untuk berargumen dengan leluasa tetapi tetap relevan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda  model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!
      Saya sependapat dengan kak Rini, Pembelajaran cooperative dapat diartikan belajar bersamasama, saling membantu antara satu dengan yang lain dalam belajar dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya.
      Slah satu model pembelajaran kooperatif yang dpat digunakan ialah group investigation yang dapat meningkatkan kemampuan argumentasi siswa.

      Hapus
  6. saya akan menjawab pertanyaan fira :

    Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!

    Menurut pendapat saya model pembelajaran kooperatif tipe yang cocok dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia salah satunya adalah GI (group investigation) karena dalam model ini dapat memecahkan masalah berdasarkan hasil investigasi / fakta. Dalam argumentasi terdapat claim, evidence dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan.

    BalasHapus
  7. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda! menurut saya model kooperatif yang langkah-langkahnya ada indikator kemampuan argumentasinya. seperti jigsaw, TSTS, group investigasi

    BalasHapus
  8. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!

    Pembelajaran cooperative dapat diartikan belajar bersamasama, saling membantu antara satu dengan yang lain dalam belajar dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya.

    Efektif, berkaitan dengan efektifitas ini, Nieveen memberikan parameter sebagai berikut :
    Ahli dan praktisi berdasarkan pengalamannya menyatakan bahwa model tersebut efektif
    Secara oprasional model tersebut memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan
    Dalam mengajarkan suatu pokok bahasan atau materi tertentu harus dipilih model pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, dalam memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan. Misalnya materi pelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa dan sarana atau fasilitas yang tersedia, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.

    BalasHapus
  9. Pembelajaran cooperative dapat diartikan belajar bersamasama, saling membantu antara satu dengan yang lain dalam belajar dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya. dari sumber yang saya baca ada beberapa model pembelajaran koorperatif yang sering digunakan adalah model guide discovery learning, direct instruction, TPS, TSTS, coorperative integrated reading and composition (CIRC)

    BalasHapus
  10. Berdasarkan penjelasan diatas dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa untuk mempersentasikan kemampuan argumentasinya, menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!

    menurut saya model pembelajaran yang mampu memunculkan kemampuan argumentasi siswa diantaranya yaitu discovery learning walaupun model ini tidak yang palik efektif, tapi model ini menyajikan materi yang di tampilkan tidak secara utuh, tetapi dibuat dalam bentuk puzzel.

    BalasHapus
  11. sependapat dengan dani bahwa esensial dari cooperative learning adalah kerjasama. artinya pembelajaran yang dilaksanakan secara bersama atau berkelompok. Dan dalam mengajarkan suatu pokok bahasan atau materi tertentu harus dipilih model pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan. Misalnya materi pelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa dan sarana atau fasilitas yang tersedia, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai harapan.

    BalasHapus
  12. Menurut saya model.pembelajaran tipe kooperatif yang dapat meningkatkan kemampuan arhumentasi siswa adalah kooperatif tipe jigsaw, karena ada 2 kali proses siswa menyampaikan pendapat atau menunjukkan kemampuan argumentasinya di kelompok ahli dandi kelompok asal

    Kemudian dimodel Group investigation, siswa diberikan kesempatan untuk menemukan jawaban sendiri atau melakukan investigasi untuk mengumpulkam data yang mendkung claim atau pernyataan

    BalasHapus
  13. menurut anda model model pembelajaran kooperatif tipe apa yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa pada pembelajaran kimia? Berikan penjelasan anda!

    menurut saya yaitu model Kooperatif tipe TSTS, model kooperatif tipe jigsaw, atau bisa juga dengan model Predict-Observe-Explain, dan Guide Discovery Learning. yang penting model-model pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran student center. bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 7: Penyusunan Rubrik Penilaian Kreativitas (berpikir kreatif) dalam Kimia

Materi 5: Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor