Materi 2: Laboratory Basic Skill Assesment In Chemistry


Keterampilan dasar laboratorium/praktikum kimia yang bermutu adalah kompetensi utama Pendidik Kimia (Undiksha, 2006). Sistem pengendalian mutu pembinaan keterampilan dalam rangka “costumer satisfaction” menuntut penerapan asesmen kinerja otentik dengan kriteria kinerja yang transparan. Teknik penilaian kinerja (performance assessment) merupakan proses  penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan suatu hal. Teknik ini sangat cocok untuk menilai ketercapaian ketuntasan belajar (kompetensi) yang menuntut siswa untuk melakukan tugas/gerak (psikomotorik).
Performance assessment secara prinsip terdiri dari dua bagian, yaitu tugas (task) dan kriteria. Tugas-tugas kinerja (performance task) dapat berupa suatu proyek, pameran, portofolio dan tugas-tugas yang mengharuskan siswa memperlihatkan kemampuan menangani hal-hal yang kompleks melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk paling nyata (real world applications). Kriteria atau rubrik merupakan panduan untuk memberi skor, harus jelas dan disepakati oleh siswa dan pendidik.
           Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penilaian kinerja (performance assessment), diantaranya: (1) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. (2) Kelengkapan dan ketetapan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. (3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. (4) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua yang ingin dinilai dapat dinilai (5) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Penilaian kinerja (performance assessment) dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan atau observasi terhadap berbagai konteks untuk menentukan tingkat ketercapaian kemampuan tertentu dari suatu kompetensi dasar. Guru dapat mengembangkan instrumen penilaian sesuai kebutuhan. Format penilaian dapat disusun secara sederhana ataupun secara lengkap.
Dalam pembelajaran kimia, aspek psikomotor banyak dilakukan dalam bentuk kerja ilmiah di laboratorium. Atas dasar hal ini penilaian aspek psikomotor banyak dilakukan untuk kerja laboratorium. Pedoman observasi banyak dipakai untuk melakukan penilaian kegiatan eksperimen di laboratorium kimia.  Terdapat 5 aspek yang dinilai, yaitu:
1.    Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
Dapat dinilai dengan cara observasi menggunakan skala beda semantik
2.    Perhitungan
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan.
3.    Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
4.    Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
5.    Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan.
Berikut contoh rubrik dari 5 aspek yang dinilai dalam keterampilan dasar praktikum.
No
Aspek
skor
Kriteria




1
Teknik dasar laboraturium
4
Pemahaman siswa dengan sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
3
Kurang 1 dari  aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari  aspek pada poin 4
1
Tidak memenuhi ketiga aspek pada poin 4
2
Proses Pembuatan


Persiapan alat dan bahan
4
Menggunakan alat dan bahan yang sesuai, sesuai kebutuhan, dan mudah diperoleh
3
Kurang 1 dari 3 aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari 3 aspek pada poin 4
1
Tidak memenuhi ketiga aspek pada poin 4
Teknik merangkai alat
4
Merangkai alat dengan teliti, dapt dipergunakan, sesuidengan kebutuhan, tidak rumit
3
Kurang 1 dari 3 aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari 3 aspek pada poin 4
1
Tidak memenuhi ketiga aspek pada poin 4
K3 (keamanan, keselamatan, dan kebersihan)
4
Prosedur aman, tidak mengancam keselamatan, dan bersih )
3
Kurang 1 dari 3 aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari 3 aspek pada poin 4
1
Tidak memenuhi ketiga aspek pada poin 4
3
Melakukan prcobaan
4
Melakukan percobaan dengan teliti sesui dengan penuntun prosedur percobaan, kerjasama dalam percobaan, serius dalam percobaan,
3
Kurang 1 dari 5 aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari 5 aspek pada poin 4
1
Kurang 3 dari 5  aspek pada poin 4
5
Mengumpulkan data
4
Data yang didapat sesuai dengan percobaan, jujur, menyusun data dalam bentuk tapel, rapi dalam penulisan laporan data
3
Kurang 1 dari 3 aspek pada poin 4
2
Kurang 2 dari 3 aspek pada poin 4
1
Tidak memenuhi ketiga aspek pada poin 4

Permasalahan
jika pada suatu sekolah, alat dan bahan yang tersedia di laboratorium sangat terbatas, sedangkan  jumlah siswa atau kelompok yang melakukan praktikum banyak, sehingga ada beberapa kelompok atau siswa yang tidak bekerja, karna tidak kebagian alat dan bahan. Bagaimana cara guru agar penilaian kinerja di laboratorium ini dapat pada setiap siswa atau kelompok?


Komentar

  1. menurut saya jika terbatasnya jumlah alat dan bahan yang ada dilaboratorium sedangkan jumlah siswa banyak, sebaiknya dilakukan demonstrasi saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pedapat saudari rini, bisa dengan menggunakan demostrasi saja jika keterbatasan alat karena ager tidak mebuang-buang waktu juga serta jika ingin siswa memahami lebih dalam bisa juga dengan menggunakan media virtual lab dengan media tsb siswa dapat melakukan praktikum secara mandiri dan bisa dilakukan juga di dalam ruang kelas.

      Hapus
    2. Saya juga setuju dengan rini dan kk widya jika ada kendala seperti bisa saja guru melakukan demonstrasi atau menggunakan virtual lab. Atas jika gurunya lebih kreatif bisa aja menggunakan alat dan bahan sederhana jika memungkinkan.

      Hapus
    3. saya sependapat dengan teman-teman sekalian apabila kurangnya alat dan bahan yang ada dilaboratorium bisa dengan menggunakan demonstrasi

      Hapus
  2. Saya setuju dengan pendapat teman-teman sebelumnya apabila jumlah siswa dengan jumlah saran tidak sebanding, sebaiknya dilakukan demonstrasi diikuti dengan penggunaan lab virtual agar siswa paham.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu, meminta siswa membaca literatur atau melihat video di yotube juga alternatif yg dapat digunakan, meminta siswa membuat blog memosting video dan menimbulkan atau memunculkan permaslahan" dari video tersebut.

      Hapus
  3. menjawab pertanyaan fira, menurut saya mendemonstrasikan kepada siswa cukup layak dipertimbangkan, selain demonstrasi bisa dengan melakukan praktikum bergantian, maupun dengan virtual lab. nah, sedangkan untuk meminimalisir siswa yang tidak semua bekerja maka dapat dilakukan dengan menekankan kepada siswa untuk dapat bekerja sama dengan baik, maupun guru memperhatikan setiap siswa yang tidak bekerja dan mendorongnya untuk ikut berpartissipasi dalam melaksanakan praktikum (berkeliling pada tiap kelompok)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan kak rini bahwa selain mendemonstrasikan kepada siswa ada juga bisa melakukan praktikum bergantian, maupun dengan virtual lab. walaupun hal ini memiliki kekurangan dalam menanamkan keterampilan dasar siswa dalam laboratorium.

      Hapus
  4. seharusnya guru yang profesional itu harus tau kekurangan dan kelebihan fasilitas sekolah yang ada. sehingga guru pun bisa mengantisipasi atau membuat RPP cadangan kalau-kalau pembelajaran tsb tidak terlaksana dengan semestinya. kalau pun memang sudah terlanjur, guru dituntut untuk kreatif sehingga nantinya semua siswa bisa terlihat keterampilan praktikumnya

    BalasHapus
  5. keberadaan laboratorium disekolah memang sangat dibutuhkan. namun keberadaannya sungguh sangat jarang kita temui keberadaan laboratorium di sekolah yang memadai. namun pemerintah melalui kemendikbud memberi soulusi dengan meluncurkan rumah belajar yang bisa diakses oleh peserta didik dan guru. Salah satu fitur yang sangat membantu guru dalam menuntaskan materi ajar adalah laboratorium maya. Fitur laboratorium maya memungkinkan seorang guru untuk melakukan simulasi percobaan di dalam laboratorium. Dengan tampilan materi percobaan yang menarik akan membuat materi lebih cepat di pahami oleh siswa.ini salah satu solusi. Namun dari pertanyaan anda, kalau sekiranya bahan dan alat dilabor kurang, kita bisa menggunakan bahan yang berasal dari alam. sehingga ketersediaannnya banyak dialam. nah, dengan alat dan bahan yang banyak sehinga siswa bisa melaksanakan praktikum semuanya. jika memang tidak bisa diakali, kita tidak bisa melakukan penilaian, karenatidak semua anak melakukan praktikum.

    BalasHapus
  6. jika alat dan bahan tidak ada, maka dalam membuat rpp tidak usah dimasukkan alat dan bahan tersebut, tetapi diganti dengan alat an bahan yang mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa mewujudkan tujuan pembelajaran yang guru inginkan. disinilah peran kreatif dan inovasi guru diuji.

    BalasHapus
  7. Menyikapi permasalahan berikut :
    jika pada suatu sekolah, alat dan bahan yang tersedia di laboratorium sangat terbatas, sedangkan jumlah siswa atau kelompok yang melakukan praktikum banyak, sehingga ada beberapa kelompok atau siswa yang tidak bekerja, karna tidak kebagian alat dan bahan. Bagaimana cara guru agar penilaian kinerja di laboratorium ini dapat pada setiap siswa atau kelompok?
    solusi yang dapat dilaksanakan adalah dengan cara demonstrasi oleh guru atau bisa juga dilakukan kembali oleh perwakilan/utusan kelompok dan selanjutnya mereka kembali ke kelompok masing-masing untuk memberi penguatan pemahaman kepada rekan kelompoknya

    BalasHapus
  8. Bagaimana cara guru agar penilaian kinerja di laboratorium ini dapat pada setiap siswa atau kelompok?

    Menurut saya tebtu dengan adanya keterbatasan harus ada solusi, salah satunya dengan demonstrasi, nah penilaiannya bisa dilakukan dengan portofolio meminta siswa menjelaskan kembali dan menceritakan apa yang dipahami dari demontrasi yang dilakukan tsb, atau bs jg diwakilkan dr salah satu anggota kelompoknya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 7: Penyusunan Rubrik Penilaian Kreativitas (berpikir kreatif) dalam Kimia

Materi 5: Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor

Materi 6: Menyusun Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia