Materi 4: Penilaian Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Kimia
PENGERTIAN
DAN KONSEP KETERAMPILAN PROSES SAINS
Keterampilan Proses Sains adalah keterampilan
-keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inquiri ilmiah.
Pada saat mereka terlibat aktif dalam penyelidikan ilmiah, mereka menggunakan
berbagai macam keterampilan proses, bukan hanya satu metode ilmiah tunggal.
Keterampilan-keterampilan proses sains dikembangkan bersama-sama dengan
fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip sains. Keterampilan Proses Sains dalam pembelajaran kimia meliputi:
1. Mengamati (observing)
Pengamatan
adalah penggunaan indera-indera seseorang. Seorang mengamati dengan
penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan pembauan. Beberapa perilaku
yang dikerjakan siswa pada saat pengamatan adalah: (a) penggunaan indera-indera
tidak hanya penglihatan; (b) pengorganisasian obyek-obyek menurut satu sifat
tertentu; (c)pengidentifikasian banyak sifat; (d) pengidentifikasian perubahan-perubahan
dalam suatu obyek; (e) melakukan pengamatan kuantitatif
Contoh:
Siswa mengamati gelembung gas dari electrode karbon dan nyala lampu dari lampu
saat melaksanakan praktikum larutan elektrolit dan non elektrolit.dari berbagai
jenis larutan.
2. Menafsirkan (interpreting)
Menarik
kesimpulan tentative dari data yang tercatat, termasuk ke dalamnya menemukan
pola hubungan dari seperangkat data yang dikumpulkan; membedakan pernyataan
yang menunjukkan kesimpulan dari pernyataan yang hanya mendeskripsikan hasil
pengamatan; memilih data yang menunjang suatu kesimpulan
Contoh:
Manusia mempunyai zat kimia
dalam saliva yang dapat mencerna pati. Zat ini disebut amilasa. Seorang ahli
kimia mengukur banyaknya amilasa saliva dari tiga kelompok orang yang berbeda
jenis makanan yang biasa dimakannya. Hasilnya dituliskan pada tabel di bawah
ini
Amati hasil pengukuran diatas
dan tentukan bagaimana saliva berhubungan dengan makanan yang dimakan
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
3. Meramalkan (predicting)
Peramalan
adalah pengajuan hasil-hasil yang mungkin dihasilkan dari suatu percobaan.
Ramalan-ramalan didasarkan pada pengamatan-pengamatan dan inferensi-inferensi
sebelumnya. Ramalan merupakan suatu pernyataan tentang pengamatan apa yang
mungkin dijumpai di masa yang akan datang, sedangkan inferensi berupaya untuk
memberikan alasan tentang mengapa suatu pengamatan terjadi. Beberapa perilaku
yang dikerjakan siswa adalah:
(a) penggunaan data dan pengamatan yang sesuai;
(b) penafsiran generalisasi tentang pola-pola;
(c) pengujian kebenaran dari ramalan-ramalan yang
sesuai.
Contoh :
Siwa dapat meramalkan berapa perkiraan waktu reaksi yang ditempuh jika
diberikan kondisi terhadap konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis pada
praktikum laju reaksi
4. Menggunakan konsep (using concepts)
Menggunakan
generalisasi yang telah dipelajarinya pada situasi baru atau untuk menerangkan
kasus nyata dari peristiwa kimia yang diamatinya.
Contoh:
Siswa dapat menghitung berapa
besar laju reaksi berdasarkan data yang diperoleh dari hasil percobaan.
5. Merancang penelitian (designing investigation)
Merancang
kegiatan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis, yang meliputi
pengenalan variabel-variabel: variabel penelitian, variabel control, variabel
bebas, variabel terikat; penentuan cara pengamatan dan pengukuran apa yang
perlu dilakukan;bagaimana menarik kesimpulan dari hasil pengamatan
Contoh:
Budi ditugasi menguji apakah
warna merah muda pada daun bunga mawar merupakan zat murni atau campuran. Ia
diberi beberapa instruksi untuk melakukan penyelidikan, tetapi urutannya harus
ditata.
Tuliskan angka 1 pada kotak di
depan instruksi yang harus dilakukan pertama kali, angka 2 di depan instruksi
yang dilakukan kedua, dan seterusnya.
a. Menggerus pasir, aseton, dan daun bunga mawar
b. menuangkan cairan merah muda ke dalam gelas kimia
c. Menambahkan aseton, tetes demi tetes pada bagian tengah kertas saring
d. Menotolkan beberapa tetes cairan merah pada titik pusat kertas saring.
6. Mengkomunikansikan (communicating)
Pengkomunikasian
adalah mengatakan apa yang diketahui seseorang dengan ucapan kata-kata,
tulisan, gambar, demonstrasi, atau grafik. Jadi penting menyatakan sesuatu atau
menulis data sejelas-jelasnya. Guru dapat membantu siswa dengan jalan memberi
kesempatan sebanyak-banyaknya berlatih berkomunikasi dan membantu mereka
mengevaluasi apa yang mereka katakan atau tulis. Beberapa perilaku yang
dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah:
(a) pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan
perbendaharaan kata yang sesuai;
(b) pengembangan grafik atau gambar untuk menyajikan
pengamatan dan peragaan data;
(c) perancangan poster atau diagram untuk menyajikan
orang lain.
Contoh:
Siswa dapat menjelaskan
tentang bagaimana cara membedakan larutan elektroli dan non elektrolit dari
hail percobaan yang telah dilakukan.
Siswa dapat membuat tabel
pengamatan yang memuat seluruh data yang diperoleh dari hasil percoban.
Menurut Dahar (dalam Erikanto, 2016) keterampilan proses sains
adalah kemampuan siswa untuk menerapkan metode ilmiah dalam memahami,
mengembangkan, dan menemukan ilmu pengetahuan serta menghubungkan antara teori
pembelajaran dengan praktek yang dilakukan. Aspek yang yang dinilai dalam keterampilan proses sains menurut Dahar
yang dapat dilihat Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Aspek-aspek Keterampilan Proses
Sains
|
No
|
Keterampilan Proses Sains
|
Sub Keterampilan Proses Sains
|
|
1
|
Merencanakan Penelitian
|
a.
Menentukan alat,
bahan dan sumber yang digunakan dalam penelitian
b.
Menetukan
variabel-variabel
c.
Menentukan variabel
yang dibuat tetap dan mana yang harus berubah
d.
Menetukan apa yang
akan diamati, diukur dan ditulis
e.
Menentukan cara dan
langkah kerja
f.
Menentukan
bagaimana mengolah data hasil pengamatan untuk mengambil kesimpulan
|
|
2
|
Menerapkan Konsep
|
a.
Menyusun hipotesis
|
|
3
|
Menggunakan Alat dan Bahan
|
a.
Terampil
menggunakan alat dan bahan
b.
Mengetahui konsep
dan menggunakan alat dan bahan
|
|
4
|
Mengamati
|
a.
Mengamati dengan
indera
b.
Mengumpulkan fakta-fakta
c.
Mencari kesamaan
dan perbedaan
|
|
5
|
Menafsirkan pengamatan
|
a.
Mencatat setiap
pengamatan
b.
Menghubungkan
hasil-hasil pengamatan
c.
Menemukan suatu
pola dalam satu seri pengamatan
d.
Menarik kesimpulan
|
|
6
|
Meramalkan
|
a.
Berdasarkan hasil
pengamatan dapat mengemukakan apa yang mungkin terjadi
|
|
7
|
Berkomunikasi
|
a.
Menyusun dan
menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas
b.
Menjelaskan hasil
percobaan atau pengamatan
c.
Mendiskusikan hasil
percobaan
d.
Menggambarkan data
tabe grafik
|
|
8
|
Mengajukan pertanyaan
|
a.
Bertanya apa,
bagaimana dan mengapa
b.
Bertanya untuk
meminta penjelasan
c.
Mengajukan
pertanyaan yang melatarbelakangai hipotesis
|
Kelebihan dan kekurangan keterampilan proses sains
Adapun
kelebihan dan kekurangan keterampilan proses sains menurut Dimyati dan Mudjiono
(2009) sebagai berikut:
Kelebihannya
siswa dapat:
a.
Dilibatkan
secara aktif dalam pembelajaran.
b.
Mengalami
sendiri proses untuk mendapatkan konsep-konsep pengetahuan.
c.
Mengembangkan
sikap ilmiah dan merangsang rasa ingin tahu siswa.
d.
Mengurangi
ketergantungan siswa terhadap orang lain dalam belajar.
e.
Menumbuhkan
motivasi intrinsik pada diri siswa.
f.
Memiliki
keterampilan-keterampilan dalam melakukan suatu kegiatan ilmiah sebagaimana
yang biasa dilakukan para saintis.
Kekurangannya:
a.
Membutuhkan
waktu yang relatif lama untuk melakukannya.
b.
Jumlah siswa
dalam kelas harus relatif kecil, karena setiap siswa memerlukan perhatian guru.
c.
Memerlukan
perencanaan dengan sangat teliti.
d.
Tidak
menjamin bahwa setiap siswa akan dapat mencapai tujuan sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
e.
Sulit membuat
siswa turut aktif secara merata selama berlangsungnya proses
pembelajaran.
Untuk
meminimalisir kekurangan dari keteramilan proses sains siswa ini, guru harus
memiliki persiapan yang matang, siswa mempersiapakan segala sesuatu yang
dibutuhkan dalam pembelajaran, siswa dibagi kedalam beberapa kelompok kecil,
dan siswa harus aktif dalam pembelajaran.
PENILAIAN
PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS
Menurut Smith dan Welliver,
pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa
bentuk, diantaranya:
1.
Pretes dan postes. Guru melaksanakan penilaian
keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini
bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa
dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru
melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah
mengikuti pembelajaran sains.
- Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
- Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
- Pemilihan kompetisis siswa. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
- Bimbingan karir. Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan
menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi dan tingkat
perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu,
penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum
digunakan. Menurut Widodo (2009), penyusunan instrumen untuk penilaian
terhadap keterampilan proses siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
- Mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai.
- Merumuskan indikator untuk setiap jenis keterampilan proses sains.
- Menentukan dengan cara bagaimana keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
- Membuat kisi-kisi instrumen.
- Mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
- Melakukan validasi instrumen.
- Melakukan ujicoba terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
- Perbaikan butir-butir yang belum valid.
- Terapkan sebagai instrumen penilaian keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.
Cara mengembangkan
Asesmen Keteampilan Proses Sains
1. Mengidentifikasikan
jenis KPS, ada 11 yakni: mengamati, mengklasifikasikan, menafsirkan,
memprediksi, berkomunikasi, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis,
merencanakan
2. Percobaan/penyelidikan,
menggunakan alat/bahan/sumber, menerapkan konsep, melaksanakan
penyelidikan/percobaan.
3.
Merumuskan
indikator untuk setiap jenis KPS.
4.
Menentukan
dengan cara bagaimana KPS tersebut diukur (misalnya
5.
Apakah tes
unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
6.
Membuat
kisi-kisi instrumen
7.
Mengembangkan instrumen pengukuran KPS berdasarkan kisi-kisi yang dibuat.
Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes KPS, kedalaman KPS
(untuk siapa tes ini?)
8.
Melakukan
validasi isi kepada ahli
9.
Melakukan ujicoba
terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
10. Perbaikan
butir-butir yang belum valid.
11. Terapkan
sebagai asesmen KPS dalam pembelajaran sains (kimia) .
Catatan: pencarian validitas dan reliabilitas empiris terutama
dilakukan untuk asesmen KPS yang high risk, misalnya untuk penelitian atau
untuk asesmen skala besar.
contoh lembar penilaian proses sains :
contoh lembar penilaian proses sains :
PERMASALAHAN:
Umumnya
penilaian keterampilan proses sains pada materi kimia dilakukan untuk materi
yang bersifat praktikum, Apakah penilaian proses sains hanya bisa dilakukan
pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja? Atau bisakah pada semua materi?
mohon berikan contohnya penilaian KPS ini pada materi yang tidak bersifat
praktikum!




Menurut saya penilaian proses sains tidak hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum. Seperti menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
BalasHapus1. Pretes dan postes.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
2. Diagnostik.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
3. Penempatan kelas.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
4. Pemilihan kompetisis siswa.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
5. Bimbingan karir.
Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
jadi, penilaian untuk keterampilan proses sains tidak hanya dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja, tetapi materi yang tidak bersifat praktikum pun juga dapat menilai keterampilan proses sains siswa. pembelajaran dilakukan dengan metode diskusi. misalnya materi struktur atom pada sub materi perkembangan teori atom. dengan metode diskusi, beberapa indiaktor keterampilan proses sains siswa dapat diketahui.
Saya kurang setuju dengan Rini, menurut saya KPS bisa dilakukan hanya dengan pembelajaran yang berbasis percobaan dimana memerlukan aspek-aspek yang tertera dalam KPS. Beberapa alasan mengapa keterampilan proses sains harus dimiliki oleh siswa yaitu (1) sains (khususnya kimia) terdiri dari tiga aspek yaitu produk, proses dan sikap. Dengan mengembangkan keterampilan proses sains siswa akan memahami bagaimana terbentuknya hukum, teori dan rumus yang sudah ada sebelumnya melalui percobaan; (2) sains (kimia) berubah seiring dengan perkembangan jaman. Oleh karena itu guru tidak mungkin lagi mengajarkan semua konsep dan fakta pada siswa dari sekian mata pelajaran. Siswa dibekali keterampilan yang dapat membantu siswa menggali dan menemukan informasi dari berbagai sumber bukan dari guru saja; (3) siswa akan lebih memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh yang konkrit; (4) siswa akan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran dan mendorong siswa untu lebih aktif dalam proses pembelajaran. Intinya keterampilan proses sains membantu siswa mengkongkritkan konsep abstrak tadi melalui beberapa percobaan untuk membuktikan teori yang ada sehingga materi yang digunakan adalah materi yang bersifat percobaan guna menkongkritkan konsep konsep abstrak
BalasHapussaya setuju dengan pendapat fanny karna pada penilaian KPS ini siswa diminta juga untuk melakukan eksperimen dan memang harus dilakukan siswa.
Hapusmenanggapi permasalahan ini yang sepertinya mengandung pro dan kontra, menurut pendapat saya untuk melaksanakan penilaian KPS yang dimiliki siswa tidak harus selalu melalui pembelajaran berbasis laboratorium/praktikum. Pada proses pembelajaran biasa pun juga dapat dilaksanakan. Karena pengertian penilaian keterampilan saat ini sudah cukup luas dan mampu menjadi tagihan penilaian psikomotorik , tinggal bagaimana kita menyususun indikator yang sesuai pada ranah keterampilan.
Hapussependapat dengan kak nelly tidak hanya pada materi yang bersifat praktikum, namun pada materi yang non praktikum juga bisa. keterampilan anak dalam menyelesaikan soal langkah demi langkah juga bisa.
HapusApakah penilaian proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja? menurut saya tidak, karena KPS itu tergantung dengan tujuan penilaian seperti STOIKIOMETRI, materi tersebut cuma bs untuk menganalisis data
BalasHapussaya sependapat dengan tri bahwa KPS ini bisa dinilai tidak melulu melalui pembelajaran yanng sering dilaksanakan melalui praktikum saja tetapi materi lain pun sebenarnyabisa misalnya dengan menggunakan model DL, CTL(melalui fenomena/kejaidian yang ada disekeliling siswa). namun akan lebih lengkap sebenarnya jika dilakukan melalui proses praktikum karena dengan praktikum KPS siswa dapat dinilai baik melalui aspek kognitif, psikomotor maupun afektif.
HapusSaya sependapat dengan tri untuk materi stoikiometri tidak dapat digunakan dalam KPS karena lebih fokus ke rumus-rumus dan angka yang harus di dapatkan.
HapusApakah penilaian proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja?
Hapusmenurut sya tidak, karna materi yg lain jga dapat menilai kps hanya saja tidak semu aspek kps dapat digunakan untuk semua materi kimia.
Saya setuju dengan pendapat teman tman. Bahwa KPS tidak hanya di pakai pada proses pembelajaran yg bersifat praktikum
HapusMemang keterampilan proses sains ini merupakan perangkat kemampuan yang biasa digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. namun dilihat dari instrumen yang bisa kita gunakan dalam penilaian keterampilan proses sains ini materi nya tidak hanya yang sifat praktikum saja.
BalasHapusApakah penilaian proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja? Atau bisakah pada semua materi?
BalasHapusMenurut saya KPS bisa dilaksanakan pada semua materi karena esensinya adalah oenilaian keterampilan saat proses pembelajaran materi sains atau ilmiah, maka smua materi kiam sudah jelas cocok tanpa perlu praktikum,tapi ada baiknya dilakukan praktikum supaya lebih menguatkan prosesnya